Jangan Menoleh Kebelakang
Manjadda Wajada - Semua orang mempunyai masa lalu berbeda-beda,dan beberapa orang tidak bisa atau tidak sanggup untuk melupakan kata lain larut dalam kenangan masa lalu, baik yang menyenangkan maupun yang menyedihkan bahkan yang masa lalu yang sangat di sesali,
Penyesalan memang datang di kemudian hari,walaupun demikian kita juga tidak di bolehkan oleh agama untuk larut dalam kesedihan yang mendalam,jadikan masa lalu untuk mengejar masa depan yang lebih bermanfaat,dan tidak mengulangi kesalahan yang sama di kemudian hari.
dan janganlah pernah untuk hidup dalam mimpi-mmimpi buruk masa lalu atau di bawah payung gelap masa lalu. Selamatkan diri kita dari bayangan masa lalu! Apakah kita ingin mengembalikan air hulunya,matahari ke tempat terbitnya,seorok bay ke perut ibunya,air mata ke dalam keelopak mata? Ingatlah keterikatan anda dengan masa lalu,keresahan kita dalam atas apa yanng telah terjadi.
Yang Lalu biarlah berlalu
Membaca kembali lembaran masa lalu hanya akan memupuskan masa depan,mengendurkan semangat,dan menyia-nyiakan waktu yang sangat berharga. Dalam Al-Quran, Setiap kali usai menerangkan kondisi suatu kaum dan apa saja yang telah mereka lakkukan, ALLAH selalu mengatakan, "Itu adalah umat yang lalu" Begitulah, Ketika suatu perkara habis, maka selesai pula urusannya. dan tak ada gunanya mengurai kembali bingkai zaman dan memutar kembali roda sejarah yang telah berlalu dan tidak akan bisa kita mengembalikanya.
Orang yang berusaha kembali ke masa lalu, adalah tak ubahnya orang yang menumbuk tepung,atau orang yang menggergaji serbuk kayu. Inspirasi dari beberapa sahabat yang mengatakan "Orang yang bodoh adalah orang yang hidup di masa lalu"
Kita tidak akan mampu mengembalikan air ke hulunya
Syahdan, nenek moyang kita dahulu selalu mengingatkan orang yang meratapi masa lalunya demikian "janganlah engkau mengeluarkan mayat-mayat itu dari kuburnya" Dan konon;kata orang yanng mengerti bahasa binatang,sekawanan binatang sering bertanya kepada seekor keledai begini, "Mengapa engkau tidak menarik gerobak?" " aku benci khayalan," Jawab keledai.
Adalah bencana besar, manakala kita rela mengabaikann masa depan dan justru hanya disibukan oleh masa lalu, itu, sama halnya dengan kita mengabaikan istana-istanayang indah dengan sibuk meratapi puing-puing yang telah lapuk. Padahal, betapapun seluruh manusia dan jin bersatu untuk mengembalikan semua hal yang telah berlalu, niscaya mereka tidak akan pernah mampu. sebab yang demikian itu sudah mustahil pada asalnya.
Oranng yang berpikiran jernih tidak akan pernah melihat dan sedikitpun menoleh kebelakang. Pasalnya, angin akan selalu berhembus ke depan, air akan mengalir ke depan,setiap kafilah akan berjalan ke depan, dan segala sesuatu bergerak maju ke depan. maka itu, Janganlah pernah melawan sunah kehidupan.


EmoticonEmoticon